17 Startup Pemula Ikuti Program Inkubasi SSI Batch 6

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Jakarta, Teknologia – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) secara resmi membuka program Startup Studio Indonesia (SSI) batch 6. Prorgam ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan startup alias perusahaan rintisan menguatkan industri serta ekosistem digital di Indonesia.

Program itu diikuti oleh 17 startup pemula alias early stage nan berasal dari beragam sektor mulai dari supply chain, penggerak UKM, kesehatan, properti, konsumsi, finansial, olahraga hingga imersif teknologi.

“Program ini bermaksud untuk memajukan ekosistem startup Indonesia melalui penyediaan akomodasi akses bagi early stage startup untuk mengembangkan potensi bisnisnya,” ujar Direktur Jendral Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel A. Pangerapan saat membuka SSI batch 6, Senin (13/3/2023).

Adapun 17 startup nan mengikuti SSI batch 6 ialah Amoda, Assemblr, Ayo Indonesia, Baskit, DEUS, Lakuliner, Inventing, Looyal Indonesia, Medicall, Oneklinik, Pajak.io, Payable, RASA, Rooma, Tookban, SMEs Pack, dan Tweak. Semuel mengatakan para pendiri startup tersebut disiapkan menjalani training dari 80 praktisi nan aktif di ekosistem digital selama empat bulan lamanya.

Selain training secara umum, nantinya bakal ada training One-on-One nan membantu pendiri startup di tahap awal bisa mengembangkan produk cocok kebutuhan pasar alias dikenal juga dengan istilah Product-Market Fit. Dengan kurikulum training nan terus diperbarui, Semuel optimistis Indonesia bisa menciptakan startup nan berkekuatan saing tinggi.

“Kami percaya Startup Studio Indonesia bakal membuka jejaring baru untuk mengembangkan startup dengan lebih sigap dan menemukan figur nan tepat dan andal untuk dapat berkonsultasi tentang tantangan nan sedang dihadapi,” kata Semuel.

Baca Juga: Kominfo Ingin Genjot Pertumbuhan Ekosistem Startup Digital Tanah Air

Program Inkubasi SSI Batch 6

SSI Batch 6Sekolah Beta (Foto: sekolahbeta.alkademi.id)

Hadirnya Startup Studio Indonesia batch 6 juga diharapkan dapat menyukseskan program percepatan transformasi digital dan bisa memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. Karena berasas riset dari Google, Temasek, serta Bain & Co pada 2022 saja Indonesia sukses mendapatkan nilai ekonomi digital sebesar 77 miliar dolar AS alias sekitar Rp1.189 triliun.

Apabila didukung dengan pertumbuhan pelaku ekosistem digital nan masif, ekonomi digital Indonesia diperkirakan bisa mencapai 220-360 miliar dolar AS alias Rp3.397-5.559 triliun di 2030.

“Untuk mengaktualisasikan proyek ini kita memerlukan pemain ekonomi digital nan andal agar dapat bersaing dan mengembangkan ekonomi digital Indonesia. Ini nan kami harapkan dari startup-startup early stage di Indonesia,” kata Semuel.

Hingga 2024, Kemenkominfo menargetkan dapat mencetak sebanyak 150 perusahaan rintisan nan bertumbuh dari segi jumlah pengguna layanan, jumlah pendapatan, penyerapan tenaga kerja, serta pendanaan.

Sumber Blog Gizmologi
Blog Gizmologi
close
Atas