Apa Itu Crypto Winter: Definisi hingga Tips untuk Menghadapinya

Sedang Trending 10 bulan yang lalu

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah nan satu ini memang semakin sering terdengar dan menarik perhatian banyak orang.

Istilah ini pun tetap terasa asing di telinga sebagian besar orang. Meski demikian, di organisasi kripto, istilah nan satu ini sering kali muncul.

Menukil laman CNBC, istilah nan satu ini menjadi ungkapan nan merujuk pada saat pasar tengah lesu, utamanya di pasar duit digital.

Untuk mengetahui lebih jauh soal istilah nan satu ini, simak ulasan berikut ini, seperti dinukil dari Nanovest.io.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Jaksa Agung New York Gugat Mantan CEO Celsius Network

Apa Itu Crypto Winter?

Pada dasarnya, crypto winter namalain musim dingin kripto ini merupakan fase ketika nilai kripto mengalami penurunan dalam jangka panjang akibat beragam hal.

Adakalanya, musim dingin kripto dapat terjadi berbarengan dengan bearish market di pasar saham, tetapi tidak selalu demikian.

Adapun pasar kripto dianggap mengalami crypto winter ketika harganya mengalami penurunan sebesar 20% alias lebih dari nilai tertingginya saat ini.

Pada tahun 2022, indeks harganya telah mengalami penurunan sekitar 70% dari nilai tertingginya saat ini sehingga sudah bisa dikatakan bahwa investasi kripto sedang mengalami musim dingin alias winter.

Namun, sayangnya, musim dingin kripto adalah sesuatu nan sangat susah diprediksi kapan bakal berhujung sehingga seringkali memicu kepanikan pada investor.

Apalagi, tidak hanya koin kripto nan kurang begitu dikenal saja nan mengalaminya, tetapi NFT dan koin crypto dengan nama besar seperti Bitcoin dan Ethereum juga mengalaminya.

Kondisi Crypto Winter Tahun 2022

Sejatinya, sebelum terjadi pada tahun ini, crypto winter pernah terjadi pada tahun 2018 lalu. Saat itu, harganya mengalami penurunan drastis setelah adanya kenaikan tajam pada tahun 2017.

Akan tetapi, kondisi crypto winter nan terjadi pada tahun 2022 ini dinilai lebih parah. Bahkan, Bitcoin mengalami kejatuhan terparahnya sejak 2011 dengan monthly loss experienced sebesar 40% pada Juni 2022.

Berbagai perihal nan menjadi penyebab terjadinya crypto winter pada tahun ini, di antaranya runtuhnya Terra USD dan LUNA.

Terra USD adalah stablecoin nan dipasok dengan rasio nilai 1:1 dengan USD. Sementara itu, LUNA merupakan koin pendampingnya ialah mata duit digital nan lebih tradisional dan diharapkan punya kenaikan nilai lebih tinggi.

Meski demikian, pada Mei 2022, nilai LUNA berada pada nomor sekitar $0,0001 setelah sebelumnya berada di angka  $116 pada bulan April 2022.

Hancurnya TerraUSD beserta LUNA dalam waktu singkat ini, menyebabkan terjadinya guncangan besar bagi para penanammodal nan mengandalkan proyek ini untuk memperoleh cuan.

Di samping itu, crypto winter pun terjadi sebagai akibat dari tindakan banyak penanammodal dunia nan menjual nyaris semua kelas asetnya.

Ditambah lagi dengan kondisi bearish market nan sedang terjadi di pasar saham sejak awal tahun 2022 dan secara official diumumkan pada 13 Juni 2022.

Baca juga: Tips Sukses Investasi Crypto agar Cuan Maksimal, Intip Yuk!

Kondisi itu kian memperparah crypto winter dan memberikan tantangan untuk penanganannya agar nilai crypto kembali stabil.

Apa Itu Crypto Winter

Tips Menghadapi Apa Itu Crypto Winter

1. Jangan berinvestasi lebih dari kemampuan

Pertama, pastikan hanya berinvestasi dengan biaya investasi nan telah Anda persiapkan. Pasalnya, dalam kondisi bullish market sekalipun, investasi tetap mempunyai risiko.

Apalagi dalam kondisi crypto winter alias bearish market di mana akibat kegagalan lebih tinggi.

Berinvestasi melampaui pemisah kemampuanmu hanya bakal membuatmu mengalami kesulitan finansial saat investasi nan Anda lakukan betul-betul mengalami kegagalan.

2. Berhati-hati memilih proyek crypto sebagai tips menghadapi apa itu crypto winter

Adapun tingginya minat para penanammodal terhadap crypto menyebabkan banyak penipuan mengatasnamakan proyek crypto.

Maka dari itu, waspadalah ketika memilih proyek nan bakal diikuti dan hanya pilih proyek nan menurutmu paling aman.

Kalau Anda merasa belum terlalu percaya maka berinvestasilah dalam jumlah nan sedikit dulu untuk meminimalkan akibat kerugian.

3. Lakukan penyesuaian portofolio investasi

Bukan masalah jika Anda merasa takut mengalami kerugian lebih besar sehingga memutuskan untuk menjual aset kripto milikmu.

Atau, Anda merasa aset kripto lain lebih mempunyai potensi besar mengalami kenaikan dibanding asetmu saat ini sehingga memilih untuk beranjak ke aset lain.

Dalam perihal ini, Anda pun dapat menerapkan diversifikasi portofolio investasi untuk membagi akibat di masa musim dingin kripto ini jika tidak mau kehilangan semua aset nan telah dimiliki.

Dengan demikian, Anda bisa menjual sebagian aset nan telah dimiliki untuk membeli aset crypto lain nan Anda percaya dapat memperkuat menghadapi musim dingin kripto alias menambah biaya investasi lagi untuk membeli aset baru tersebut dengan tetap mempertahankan semua aset lamamu.

4. DCA (Dollar-Cost Averaging) Strategy sebagai tips menghadapi apa itu crypto winter

Pada masa musim dingin kripto dan bearish market seperti saat ini, menerapkan DCA strategy dapat menjadi penyelesaian nan tepat.

DCA strategy sendiri berfaedah melakukan investasi secara reguler pada aset nan sama dengan nominal investasi nan sama juga.

Strategi tersebut dianggap bisa memberimu untung untuk investasi jangka panjang ketika akhirnya memasuki periode bullish market.

Sekian ulasan tentang apa itu crypto winter nan perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Tahun Crypto Winter: Exchanges Perlu Jaga Kepercayaan Member

Baca terus buletin fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Sumber Blog DuniaFintech Blockchain
Blog DuniaFintech Blockchain
close
Atas