Apakah Penurunan Bitcoin Hari Ini Sebuah Fakeout?

Apakah Penurunan Bitcoin Hari Ini Sebuah Fakeout?

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Cryptoharian – Pasar kript, terutama pada aset Bitcoin (BTC) tetap dilingkupi dalam keraguan antara dua kemungkinan, ialah apakah pasar sudah mulai bull run ataukah malah saat ini pasar bakal kembali mengalami koreksi. Menanggapi perihal tersebut, salah satu analis dan penanammodal kripto dengan nama Twitter Rager, mengatakan bahwa alangkah baiknya untuk percaya dalam bull daripada bear meskipun keliru.

“Selama tren naik, saya lebih percaya untuk mem-banteng (bull) meskipun salah, daripada bearish dan salah. Bahkan jika skenario bear, nilai bakal turun tetapi kemudian memantul ke level nan lebih tinggi setelahnya,” ungkap Rager.

$BTC

During an uptrend, I'd rather be a bull and wrong than a bear and wrong

Even if a bear case scenario, the price pulls back but then bounces to higher highs afterward pic.twitter.com/98TQnvsxCs

— Rager 📈 (@Rager) January 17, 2023

Untuk diketahui, Rager merupakan salah satu dari pegiat kripto nan setuju bahwa saat ini pasar telah sampai pada Bottom dan bersiap untuk bull run. Dalam berinvestasi, host dari channel Youtube Blackroot ini seringkali dia tidak berpatok pada pergerakan grafik, melainkan dia meletakkan kepercayaan pada volatilitas nan bakal datang/terjadi.

“Patterns sebagian besar berkarakter subyektif pada grafik. Saya tidak bakal trade berasas grafik, satu-satunya perihal nan diaturnya adalah mengetahui volatilitas nan bakal datang,” ujarnya.

Patterns are mainly subjective on charts

I wouldnt trade based on them, the only thing it sets up is knowing upcoming volatility

— Rager 📈 (@Rager) January 18, 2023

Tidak hanya Rager, seorang pengamat pasar kripto PlanB juga membeberkan opininya bahwa Bitcoin saat ini tidak sedang bull trap, melainkan konsolidasi nilai untuk bull run nan bakal terjadi. 

“Untuk lebih jelasnya, menurut pendapat saya pump Bitcoin saat ini bukanlah bull trap, tetapi awal  dari kenaikan berikutnya,” kata PlanB.

Dalam perihal ini, dia juga mengatakan bahwa Bitcoin telah menemukan titik terendahnya untuk siklus bear market. Titik terendah ini, lanjutnya, dua kali lipat dari posisi sebelumnya ialah US$ 15.500 pada November 2022. Dia memperkirakan peristiwa halving berikutnya pada tahun 2024 bakal mendorong nilai Bitcoin menjadi US$ 32.000. Plan B juga mengatakan hubungan nilai historis antara indeks S&P 500 dan Bitcoin mempunyai lebih banyak ruang untuk naik.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa saat ini jika dilihat dari RSI, Bitcoin menunjukkan penguatan dalam beberapa hari ini.

Berita Bitcoin: Alasan Kenapa Harga Bitcoin Turun Lagi

“Bitcoin sedang menguat (RSI),” pungkas PlanB.

Sumber Blog CryptoHarian
Blog CryptoHarian
close
Atas