Berita Kripto Hari Ini: Pakar Keuangan Sebut Efek Domino FTX Belum Berakhir, Apakah Bitcoin Akan Mati?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Cryptoharian – Hingga sekarang nilai Bitcoin tetap berada di nilai US$ 17.167, dimana pergerakan ini belum menunjukkan adanya pergerakan signifikan. Dalam perihal ini, seorang master finansial berjulukan Dr. Joeri Schasfoort menyatakan bahwa pengaruh domino kripto dari kejatuhan FTX sangat membahayakan beberapa perusahaan besar seperti Genesis dan Grayscale.

Lewat akun Youtube miliknya, Schasfoort menjelaskan bahwa Grayscale tampaknya melakukan audit terhadap biaya cadangannya, nan dikenal sebagai bukti persediaan (proof of reserves). Namun, dalam perihal ini Grayscale tidak mempublikasi hasilnya dengan argumen keamanan. 

“Itulah nan menjadi masalah besar, lantaran perusahaan ini dilaporkan mempunyai sekitar 3 persen dari pasokan Bitcoin di seluruh dunia. Aset tersebut kudu dijual jika biaya lindung perusahaan tersebut jatuh,” ungkap Schasfoort.

Ia mengatakan, penjualan tersebut bakal memicu perputaran dan penularan besar, lantaran perusahaan induknya ialah Digital Currency Group (DCG) mempunyai banyak perusahaan lain sejenis Genesis.

“Itu hanyalah puncak gunung es. Bahkan perusahaan nan telah menyatakan PoV pun tidak jelas operasionalitasnya. Karena PoV itu dapat dengan mudah dimanipulasi, dengan meminjam sementara aset untuk diaudit,” ujarnya.

Menurutnya, lantaran penularan ini, mungkin saja perusahaan pertukaran kripto seperti Gemini, Binance, Celcius, BlockFi dan FTX nan juga menawarkan simpanan dengan suku kembang tinggi, untuk saat ini mempunyai biaya lindung persediaan nan cukup untuk hari ini. Namun, merupakan sebuah ancaman nyata jika nilai kripto terus turun.

“Memang, Gemini sudah menghentikan penarikan untuk beberapa program mereka dan ini adalah perusahaan nan mempunyai nama besar. Ada juga banyak perusahaan nan kurang dikenal berada dalam masalah besar,” kata Schasfoort.

Pihaknya, lanjut Schasfoort, mengetahui bahwa lebih banyak perusahaan menggunakan leverage untuk bertaruh pada kenaikan nilai kripto. Tentu saja, perusahaan nan paling berpengaruh selalu menjadi pertama nan jatuh. Namun dalam perihal ini, jika penularan terus bersambung dan nilai kripto terus turun, maka pada akhirnya semua perusahaan kripto dengan leverage terpaksa kudu gulung tikar. 

“Bukan hanya nan curang seperti FTX. Jadi pengaruh domino ini kudu dihentikan. Tapi gimana caranya?,” paparnya.

Cara Hentikan Efek Domino

Efek domino alias penularan kebangkrutan nan dimotori oleh FTX ada kemungkinan untuk dihentikan. Salah satunya, adalah dengan biaya talangan alias bailout. Hal ini, merupakan tindakan nan pernah dilakukan oleh mantan CEO FTX, Sam Bankman Fried saat memberikan biaya talangan pada sejumlah perusahaan nan nyaris gulung tikar lantaran winter.

“Saat ini, CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengumumkan rencana bailout US$ 2 miliar untuk perusahaan kripto nan terancam bangkrut. Tapi meskipun kelihatannya itu adalah duit nan banyak, bailout ini tidak bakal bisa menyelamatkan satu perusahaan pun seperti Three Arrows Capital,” tutur Schasfoort.

Hal utama menurutnya nan berkedudukan besar untuk membalikkan keadaan ini, adalah The Fed kudu berakhir meningkatkan suku bunga, alias apalagi menurunkannya. Hal tersebut dinilai dapat merangsang seluruh sektor finansial di dunia. 

“Dalam akal saya, semua ini (crypto winter) bisa dihentikan jika The Fed melunak dengan berakhir meningkatkan suku kembang alias apalagi menurunkannya. Maka, perihal tersebut dapat menumbuhkan kembali antusiasme di seluruh sektor keuangan,” pungkas Schasfoort.

Sumber Blog CryptoHarian
Blog CryptoHarian
close
Atas